foto: 5pillars

Ulama Saudi Usul ke FIFA untuk Larang Pesepakbola Buat Selebrasi Salib, Ada Apa?

INSPIRADATA. Ulama Arab Saudi Mohammed Alarefe mendesak FIFA untuk melarang setiap pemain sepak bola membuat tanda salib setelah berhasil memasukkan bola ke gawang.

Alarefe bahkan meminta FIFA memasukkan larangan pemain sepak bola membuat tanda salib dalam peraturan resminya. Tak hanya dilarang membuat tanda salib, tapi juga melarang simbol salib ada di tubuh mereka.

Alarefe, profesor agama di Universitas King Saud, Riyadh menuliskan desakannya ke FIFA di akun Twitternya.

“Saya telah melihat beberapa klip video para atlit, pemain sepak bola berlari, menendang, dan ketika mereka menang mereka membuat salib di dada mereka dan pertanyaan saya adalah andai aturan FIFA melarang hal ini,” cuit Alarefe di akun Twitternya seperti dikutip dari Daily Mail oleh Tempo (12/05/2017).

Sebanyak 17,4 juta pengikut Alafere di Twitter membanjirinya pesan yang sebagian besar menolak gagasannya.

Tak hanya menolak, sejumlah orang kemudian menunjukkan foto-foto pemain sepak bola muslim yang juga menunjukkan simbol agamanya saat berhasil memasukkan bola ke gawang lawan, seperti sujud dan mencium lantai atau tanah, kemudian mengarahkan jarinya ke atas.

Banyak yang mengecam ulama itu dan menudingnya bermaksud memecah belah para pemain sepak bola.

Sultan Alhusni menjawab cuitan Alarefe dengan menjelaskan tentang pemain sepak bola Mesir baru-baru ini bermain untuk klub Roma di Italia dan mereka bebas bersujud syukur dan mencium tanah saat memasukkan bola ke gawang lawan.

“Saya tidak berbohong. Mohamed Salah dan lainnya bersujud berdoa ketika mereka memasukkan bola dan tak ada yang menghukum mereka. Biarkan olah raga untuk olah raga,” cuit Alhusni.

Kritikan sarkastik disuarakan oleh banyak orang atas cuitan Alarefe. Capitano menuliskan:

“Rezim ISIS melarang orang membuat tanda salib, ketika al-Baghdadi (pemimpin ISIS) terpilih jadi presiden FIFA, kita akan membahas permintaan ulama terhormat itu.”

Isu agama bukan fenomena baru sebenarnya dalam dunai persepakbolaan. Baru-baru ini, Real Madrid mengungkapkan mereka tidak boleh membuat tanda salib sesuai keyakinan Kristiani mereka di pakaian klub Real Madrid karena sebagian akan dijual ke negara-negara Timur Tengah.

Sebuah grup perusahaan retail Uni Emirat Arab, Marka, mendapat hak eksklusif untuk membuat, mendistribusikan dan menjual produk-produk Real Madrid di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *