Foto: Reuters

UNICEF: Anak-anak Rohingya Merasa Terabaikan dan Terisolasi

Simon Ingram, seorang relawan yang menghabiskan waktu selama dua minggu bersama para pengungsi di Bangladesh mengeluarkan sebuah pernyataan. Ia mengatakan, satu dari lima anak-anak Rohingnya yang usianya di bawah lima tahun diperkirakan dalam kondisi kekurangan gizi akut dan membutuhkan perawatan dokter. Ia lalu menulis laporan bagi UNICEF.

“Anak-anak ini merasa terabaikan, terisolasi tanpa bantuan,” tambahnya, seperti dilansir dari dw.com (21/10/2017).

Saat hujan turun, anak-anak dan keluarganya hanya mempunyai lembaran plastik untuk mereka berteduh. Persediaan air bersih dan fasilitas sanitasi masih kurang, padahal di Bangladesh, organisasi bantuan telah memperluas operasi. Ini meningkatkan risiko menyebarnya wabah penyakit.

Menurut Ingram, anak-anak tersebut bercerita atau menggambar rumah yang terbakar, barang-barang hancur atau kekerasan brutal terhadap perempuan dan anak-anak.

“Masalah ini tidak akan selesai dalam waktu dekat,” tegas Simon Ingram. “Penting agar perbatasan terus terbuka dan anak-anak dilindungi. Begitu juga anak-anak yang lahir di Bangladesh, harus tercatat kelahirannya.”

“Kami mengulang seruan akan pentingnya pelindungan bagi semua anak di Rakhine. Kekejaman terhadap anak-anak dan warga sipil harus segera berakhir,” tambah Ingram.

PBB rencananya akan menggelar pertemuan donor di Jenewa untuk mengumpulkan dana bantuan sebesar 434 juta Dolar AS bagi pengungsi Rohingnya pada Senin (23/10/2017). []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *