foto: okezone

Unik, Masjid di Hotel Ini Terbuat dari Botol Bekas Air Mineral

INSPIRADATA. Kumandang azan Magrib terdengar nyaring di lobi sebuah hotel di Semarang, Jawa Tengah. Jika ditelusuri, ternyata suara itu bersumber dari miniatur masjid yang terbuat dari botol-botol bekas air mineral.

Bangunan miniatur masjid itu terlihat apik, lengkap dengan pintu dan dua menara yang berdiri megah di dua sudut depan. Dua kaligrafi ditempatkan pada dinding depan, sehingga masjid terlihat semakin indah. Keindahan masjid makin sempurna dengan hiasan lampu warna-warni di sekeliling botol.

Ukurannya cukup besar. Memiliki panjang dan lebar masing-masing 3,4 meter serta tinggi 2,5 meter. Sementara, tinggi dua menara mencapai 3,9 meter. Tak sekadar untuk mengumandangkan azan, miniatur masjid itu juga biasa digunakan mengaji karena dilengkapi sajadah dan kitab suci Al quran.

“Biasanya kalau ada replika-replika tempat ibadah di hotel itu kan hanya sekadar hiasan. Misalnya untuk menyambut hari-hari besar keagamaan. Tapi ini berbeda ternyata juga digunakan beneran untuk azan,” ujar seorang tamu, Nurhaeni, Rabu (07/06/2017) lansir Okezone. 

Banyak tamu yang mengabadikan pemandangan miniatur masjid itu dengan kamera ponsel. Mereka mengambil posisi untuk berswafoto bersama rekan atau keluarga yang kebetulan berkunjung ke hotel di Jalan MT Haryono, Semarang itu.

Executive Chef Star Hotel, Iskandar, menyampaikan dibutuhkan sedikitnya 9.600 botol bekas untuk membuat miniatur masjid. Pihaknya mengaku membutuhkan waktu sebulan untuk mengumpulkan botol bekas sisa tamu hotel.

“Ini semuanya dari sisa tamu, makanya kita mengumpulkannya cukup lama. Sampai sekarang kita masih menyempurnakan miniatur masjid ini, terutama di bagian atap,” ujar Iskandar.

Dia menyampaikan, gagasan membuat miniatur masjid itu berawal dari banyaknya botol bekas yang tak terpakai. Bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan, botol-botol itu digunakan untuk membuat bangunan masjid. Tak sekadar pajangan, miniatur masjid itu juga digunakan mengumandangkan azan.

“Ada karyawan yang bertugas azan Magrib di sini. Ada pula yang mengaji di sini. Kalau tamu ingin mengaji juga boleh. Di dekat masjid ini ada takjil, sehingga tamu-tamu bisa langsung membatalkan puasa,” tukasnya. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *