Unik, Informatif , Inspiratif

Unit 108, Tim Peretas Korea Utara

0

INSPIRADATA. Korea Utara memiliki berbagai kontorversi, baik dari negaranya maupun warga di dalamnya. Kontroversi terbaru yakni uji coba roket berhulu ledak nuklir. Korea Utara juga menjadi negara yang tertutup dari akses negara-negara lainnya. Begitupun dengan sistem keamanannya yang begitu sulit ditembus.

Korea Utara memiliki badan intelijen yang bernama Reconnaissance General Bureau (RGB). RGB ini membentuk tim khusus untuk menangani misi-misi siber global. Tim khusus tersebut diberi nama Unit 180, unit ini dilaporkan telah meluncurkan beberapa serangan siber besar. Demikian disitat dari Republika, Minggu (21/5/2017).

Mantan profesor ilmu komputer di Korea Utara yang kemudian membelot ke Korea Selatan pada 2004, Kim Heung-Kwang menyebutkan fakta mengenai Unit 180. Menurutnya, Unit ini ditugaskan untuk mengumpulkan uang tunai sebanyak-banyaknya.

“Unit 180 terlibat dalam peretasan lembaga keuangan, dengan menarik uang dari rekening bank. Para peretas pergi ke luar negeri untuk mencari tempat dengan layanan internet yang lebih baik daripada Korea Utara agar tidak meninggalkan jejak,” kata Kim.

Kim menambahkan, anggota Unit 180 banyak yang menyamar sebagai pegawai perusahaan perdagangan di AS, Cina dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara.

Pakar kepemimpinan Korea Utara yang berbasis di AS, Michael Madden mengatakan, Unit 180 adalah satu dari banyak kelompok siber yang ada dalam komunitas intelijen Korea Utara. “Personilnya direkrut dari sekolah menengah atas dan mendapat pelatihan lanjutan di beberapa institusi pelatihan elit,” kata Madden.

“Mereka memiliki sejumlah otonomi dalam misi dan tugas. Mereka dapat beroperasi dari hotel di Cina atau Eropa Timur,” kata dia.

Pakar Pusat Kajian Strategis dan Internasional Korea Utara yang berbasis di Washington, James Lewis menyatakan bahwa Pyongyang pertama kali menggunakan kejahatan siber untuk menyasar Korea Selatan dan AS. “Mereka berubah setelah menggunakan peretasan untuk mendukung kegiatan kriminal yang menghasilkan pundi-pundi uang bagi rezim tersebut,” ujar Lewis.

“Sejauh ini, peretasan telah bekerja dengan baik, bahkan lebih baik dari narkoba, pemalsuan, penyelundupan, dan semua tipuan biasa mereka,” katanya.

Seperti diketahui, Korea Utara belakangan ini dipersalahkan atas serangkaian serangan siber yang melanda seluruh negara di dunia. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.