Untuk Istrinya, Pria Ini Pahat Jalan Selama 20 Tahun

 

Oleh: Dedih Mulyadi

Kisah ini dimulai pada sekitar 1960-an ketika istri Dashrath Manjhi, Falguni Devi terluka di dalam sebuah kecelakaan. Karena lokasi desa yang sangat sulit ditempuh karena harus melalui bukit setinggi 300 kaki, akan tetapi di tengah perjalanan ke rumah sakit yang jauh Falguni Devi meninggal dunia.

Kecewa dengan kematian istrinya yang sebenarnya dapat diobati seandainya akses jalan mudah dilalui, Dashrath meminta pemerintah lokal untuk membangun jalan menembus sebuah gunung. Karena tidak mau kejadian yang menimpa istrinya terjadi lagi kepada yang lain.

Akan tetapi permintaan tersebut diabaikan oleh pemerintah karena penduduk desa Gaya bukan dari kasta yang tinggi atau orang berada, padahal jika dilaksanakan perjalanan yang tadinya ditempuh sejauh 70 kilometer akan menjadi 7 kilometer saja.

“Istriku, Faguni Devi, terjatuh dan terluka parah saat melintasi bukit ini. Pada waktu itu dia bermaksud membawakan air minum untukku. Saya bekerja di sebuah peternakan yang terletak di balik bukit ini. Itulah hari dimana saya memutuskan untuk memahat bukit ini dan menjadikanya sebuah jalan,” kata Dashrath Manjhi.

Akhirnya terbesitlah dalam hati Dashrath untuk melakukan ‘ide gila’nya yaitu membelah bukit tersebut yang selama ini menjadi pemisah bagi kehidupan penduduk desa Gaya, dengan menggunakan peralatan seadanya, yaitu palu, kapak dll.

Ketika ia memulai proyek ini pada tahun 1960 banyak penduduk yang mencibir dan meragukan tekadnya tersebut, bahkan sebagian mereka mengatakannya gila karena kesedihan yang mendalam ketika kehilangan istrinya.

Tapi pada tahun 1982 atau selama 22 tahun kemudian, jalan raya sepanjang hampir 1 kilometer dan selebar 16 kaki ini selesai dibangun, Dashrath seketika menjadi pahlawan bagi penduduk desa Gaya.

Ironisnya, Dashrath Manjhi tidak menerima pengakuan apa-apa dari pihak pemerintah. Bahkan ketika ia meninggal dunia di tahun 2007, ia hanya menerima pengurusan pemakamannya oleh negara. Tidak lebih. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *