anak meninggal setelah imunisasi
Foto: Tribunnews

Usai Ikut Imunisasi di Sekolah, Anak 9 Tahun Ini Lumpuh Lalu Meninggal

Seorang anak meninggal dunia setelah mendapatkan imunisasi massal di sekolahnya pada Jumat (10/11/17). Sebelum meninggal, anak bernama Jumiarni ini terlebih dulu mengalami kelumpuhan.

Setelah Jumiarni dirawat tiga hari di rumah sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP), anak perempuan ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Arangtua Jumiarti yang tak menduga peristiwa ini menuturkan, sebelum mendapatkan imunisasi, anak mereka dalam keadaan sehat.

“Hari jumat itu, anak saya bangunnya pagi jam 5 subuh. Dia semangat sekali katanya akan ada imunisasi di sekolah,” kata Meisyah seperti dilansir Tribunnews.

Jumat siang, Jumiarti pulang sekolah masih ceria dan tidak ada yang aneh. Namun saat sore menjelang malam, tiba-tiba kaki kiri Jumiati tidak bisa digerakkan.

“Anak saya jadinya berbaring saja,” ujarnya.

 

Meisyah lalu buru-buru melapor ke Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Yayasan Al Hikmah Gg Duren 7 Ulu Palembang, tempat Jumiarti bersekolah setelah melihat kondisi anaknya yang semakin parah.

“Bagaimana ini pak ustad, anak saya kenapa jadi tidak bisa jalan,” kata Meisyah panik.

Wakasek kesiswaan menyarankan untuk segera melapor ke Puskesmas 7 Ulu yang menyelenggarakan imunisasi tetanus yang merupakan program nasional untuk anak-anak kelas 1-3.

“Puskesmas cepat tanggap, mereka langsung mendatangi siswa ke rumah,” ujar Sukardi SThi, Wakasek Kesiswaan.

Karena kondisi belum membaik, akhirnya petugas Puskesmas, merujuk Jumiarti dibawa ke RSMP, pada Sabtu sore.

“Kami ini orang tak punya, Puskesmas katanya menanggung semua biaya berobat,” ujar Juniarto yang mendampingi istri menjaga Jumiarti di RSMP.

Namun hingga Senin sore, kondisi Jumirti, belum juga ada perubahan. Bahkan tubuh Jumiarti mengalami demam.

“Dari sejak sakit belum bisa buang air besar. Kencing juga tidka terasa oleh dia, tahu-tahu kasur sudah basah. Ya Allah ngapo anak aku cak ini, sakit apo,” ujar Meisyah.

“Masih nunggu hasil tes darah dan urine,” sambungnya.

Selas pagi (14/11) kondisi bocah ini semakin parah dan mengalami sesak napas. Jumiarti harus dibantu oksigen untuk bernafas, sekitar pukul 09.00, nyawa Jumiarti tak tertolong dan meninggal dunia. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *