Foto: Getty Images

Uskup Pendukung Palestina Ini Kini Tutup Usia

Foto: Getty Images

INSPIRADATA. Pada 1974, Monsignor Hilarion Capucci, seorang uskup gereja Katolik Yunani, divonis penjara selama 12 oleh pengadilan Israel. Capucci dituduh menyelundupkan senjata untuk PLO.

Semenjak peristiwa itu, Capucci di cap sebagai pendukung Palestina dan kini ia telah tutup usia. Capucci wafat dalam usia 94 tahun. Napas penghabisan diembuskannya di Roma, tepat di hari pertama tahun 2017. Kepergiannya menjadi duka bagi Palestina.

Capucci dikenal bukan hanya sebagai seorang pemuka agama, namun juga merupakan aktivis. Saat kabar duka tersebut sampai ke Palestina, Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan belasungkawa dan menyebut Capucci sebagai pejuang kemerdekaan negaranya, demikian lansir BBC.

Capucci lahir di Aleppo, Suriah pada 1922. Ia ditahbiskan menjadi imam Basilian Alepian Order, Gereja Katolik Yunani Melkit -pada 1947. Kemudian pada 1965 ia ditunjuk menjadi Patriarchal Vicar di Yerusalem dan Uskup Agung Caesarea.

Pada 1974, ia melakukan perjalanan dari Beirut, Lebanon menuju Yerusalem dengan mobil berpelat nomor diplomatik Vatikan, saat dihentikan aparat keamanan Israel.

Di dalam mobil ditemukan 4 senapan Kalashnikov (AK), dua pistol, amunisi dan granat yang diduga akan diberikan pada anggota Organisasi Pembebasan Palestina atau Palestine Liberation Organisation (PLO).

Cappuci kala itu beralasan, ia dipaksa untuk mengangkut senjata-senjata itu. Namun, pengadilan Israel memutuskannya bersalah dan menjatuhkan vonis 12 tahun.

Pria itu kemudian dibebaskan pada 1977, menyusul banding yang diajukan secara personal oleh Paus Paul VI.

Setelah kebebasannya, beberapa aksi Cappuci menjadi subjek pemberitaan.

Salah satunya, dalam pembebasan sandera di Iran. Ia memainkan peran dalam pengembalian jasad delapan penerbang AS yang tewas dalam misi penyelamatan yang gagal.

Pada 1990, ia bertemu dengan pemimpin Irak, Saddam Hussein untuk mengupayakan pembebasan 68 warga Italia—yang tak boleh meninggalkan negara itu pasca-invasi ke Kuwait.

Sepuluh tahun kemudian, Cappuci memimpin delegasi pemuka agama dan cendekiawan ke Irak, menunjukkan solidaritas menentang sanksi PBB atas negara itu.

Sementara, pada 2010 ia berada di Mavi Marmara, saat kapal milik Turki itu dicegat komando Israel karena ambil bagian dalam armada bantuan mencoba menembus blokade Jalur Gaza.

Sebanyak 10 aktivis Turki, salah satunya berkewarganegaraan ganda AS, tewas dalam insiden penyerangan itu. Puluhan lainnya luka-luka setelah komando Israel masuk secara paksa ke kapal, dengan tambang yang diturunkan dari helikopter militer.

Hilarion Capucci menyebut, penyerbuan itu tak beralasan. []


Artikel Terkait :

About Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Terus Memperbaiki Diri

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *