Unik, Informatif , Inspiratif

Usul Menaker: Jam Kerja Perempuan Lebih Fleksibel

0

Agar dapat meningkatkan partisipasi kerja, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri minta agar jam kerja perepuan lebih fleksibel. Menurut Menaker Hanif, untuk menciptakan ekosistem kerja yang baik maka Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 perlu dikaji.

Dalam Rapat Koordinasi Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa (8/1), Menaker Hanif mengatakan bahwa Eksositem kerja di Indonesia terlalu kaku, misalnya tentang jam kerja yaitu delapan jam sehari dan 40 jam seminggu.

BACA JUGA: Peringati Hari Buruh 2017, Buruh Wanita Akan Turun di Bundaran HI

Karena aturan yang kaku dalam ketenagakerjaan, maka perempuan yang mempunyai beban ganda tidak dapat ikut berpartisipasi. Para perempuan ini cenderung harus memilih harus menjalankan pekerjaan rumah tangga atau berkarier di luar rumah.

Diharapkan jika ekosistem kerja menjadi lebih fleksibel maka yang diatur adalah akumulasi jam kerja dalam seminggu.

Hanif memberi contoh: “Jadi kalau sudah fleksibel bisa saja hari ini dia masuk kerja jam 10 setelah beres mengantar anak, kemudian mereka bisa pulang sebelum anak-anak mereka pulang,”

BACA JUGA: Menaker: Teknologi Bikin Manusia Hilang Pekerjaan

Hanif menuturkan ke depan pemerintah akan mencoba memperbaiki ekosistem kerja melalui UU 13 Tahun 2003 tersebut. Pemerintah juga akan melakukan regulasi di tataran pemerintah daerah.

Menurutnya, Jika regulasi kita tidak cukup fleksibel maka kita akan lambat bergerak dan sulit untuk bersaing dengan negara lain. []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline