Unik, Informatif , Inspiratif

Usulan Motor Masuk Jalan Tol Dinilai Konyol

0

Pemerintah tengah mengkaji usulan sepeda motor agar bisa melintas di jalan tol. Usulan itu dikeluarkan karena para pengguna kendaraan roda dua dianggap memiliki hak yang sama dengan pengendara mobil untuk mengakses jalan bebas hambatan.

Pengamat Transportasi, Darmaningtyas, menyebut bahwa usulan pemerintah tersebut sangat tidak tepat. Sebab, dengan adanya sepeda motor di jalan tol justru akan menambah kepadatan lalu lintas.

BACA JUGA: Ketua DPR Wacanakan Perizinan Sepeda Motor Masuk Tol

“Gagasan memasukkan sepeda motor ke jalan tol adalah gagasan yang konyol karena akan menambah ruwet kondisi lalu lintas di perkotaan,” kata Darmaningtyas, Selasa (29/1/2019) lansir Merdeka.

Dia menilai, kecepatan laju kendaraan di jalan tol sendiri sudah dibatasi antara 60 hingga 80 kilometer per jam. Sementara itu, apabila sepeda motor dipaksa untuk masuk ke jalan bebas hambatan dengan laju kendaraan 60 kilometer per jam justru akan membahayakan.

“Saya tidak tahu tujuan memasukkan sepeda motor ke dalam jalan tol. Berjalan di jalan alteri saja sudah bikin ruwet apalagi berjalan di jalan tol,” terangnya.

Darmaningtyas menekankan, semestinya yang dilakukan oleh pemerintah itu justru membuat aturan dan memfasilitasi angkutan umum massal melewati jalan tol, bukan sebaliknya memfasilitasi sepeda motor masuk tol. Sebab, dengan diizinkannya sepeda motor masuk ke dalam tol maka dikhawatirkan masyarakat beralih menggunakan sepeda motor.

“Dengan diizinkannya sepeda motor masuk ke dalam tol maka perjalanan sepeda motor seperti diistimewakan sehingga orang akan berbondong-bondong pindah naik sepeda motor. Berbondong-bondongnya masyarakat menggunakan sepeda motor itu akan menambah kemacetan, menambah angka kecelakaan, memboroskan BBM, dan akhirnya enggan menggunakan angkutan umum,” tegasnya.

Di samping itu, dirinya juga meminta pemerintah berpihak pada pengembangan angkutan umum massal dengan menyediakan satu jalur khusus di jalan tol. Dengan demikian, masyarakat dapat beralih menggunakan moda transportasi masal.

BACA JUGA: Pernyataan “Saya Bukan Katolik, Saya Islam” Duterte Tuai Kritik

“Ini agar masyarakat berbondong-bondong pindah dan naik ke angkutan umum massal, bukan justru didorong menggunakan sepeda motor,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, tengah mengkaji usulan sepeda motor bisa melintas di jalan tol.

“Kita ada wacana itu untuk memberikan fasilitas pada pengendara motor masuk tol. PP (Peraturan Pemerintah) nya secara regulasi sudah oke,” jelas dia saat berkunjung ke gedung DPR RI, Jakarta. []

SUMBER: MERDEKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.