, Vape Lebih Aman daripada Rokok, Benarkah?
Unik, Informatif , Inspiratif

Vape Lebih Aman daripada Rokok, Benarkah?

0

Banyak yang mengira bahwa vape atau rokok elektrik adalah alternatif lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau yang punya bahaya cukup jelas. Banyak juga yang membanding-bandingkan rokok vs vape tanpa tahu kandungan dan bahaya dari keduanya secara rinci.

Vape terdiri dari sebuah baterai, sebuah cartridge yang berisi cairan, dan sebuah elemen pemanas yang dapat menghangatkan dan menguapkan cairan tersebut ke udara.

Produk ini mengandung nikotin, yaitu zat adiktif yang juga ditemukan dalam tembakau. Nikotin yang terdapat di dalam vape merupakan zat yang juga terdapat pada rokok tembakau.

Baik itu rokok maupun vape keduanya sama-sama dikonsumsi dengan cara dihirup. Membandingkan rokok vs vape bisa dilihat dari kandungan plus bahaya senyawa di dalamnya untuk kesehatan.

Perbedaan utama antara vape vs rokok tradisional adalah pada tembakaunya. Hanya rokok tradisionallah yang mengandung tembakau, vape umumnya tidak. Namun, bukan berarti hal ini jadi tolak ukur bahwa rokok lebih bahaya dan vape atau rokok elektrik lebih aman.

Ini karena bukan hanya tembakau yang menyebabkan kanker dan penyakit serius lainnya. Ada banyak sekali kandungan di dalam vape maupun rokok yang punya efek negatif untuk kesehatan.

Rokok tradisional mengandung daftar bahan kimia yang terbukti berbahaya dan vape memiliki beberapa bahan kimia yang sama. Oleh karena itu, bahaya vape atau rokok elektrik tetap ada dan patut dirisaukan.

Kanker paru-paru, emfisema, penyakit jantung, dan penyakit serius lainnya umumnya berkembang setelah seseorang mengonsumsi rokok selama bertahun-tahun.

Sementara itu, berdasar laporan dari Centers for Disease for Control and Prevention menemukan bukti bahwa vape bisa menyebabkan kejang dan kerusakan paru serius hanya setelah satu tahun mengonsumsinya atau mungkin kurang. Bukti ini didapat dari sekitar 200 pasien yang dirawat di rumah sakit akibat kerusakan paru karena vaping.

Bukti lain menunjukkan juga bahwa ada beberapa produk vape yang mengandung formaldehyde. Formaldehyde adalah bahan kimia yang diketahui dapat menyebabkan kanker pada manusia. Dalam beberapa merek, kandungan senyawa ini melebihi jumlah maksimal yang direkomendasikan untuk manusia.

Di tahun 2017, penelitian yang diterbitkan pada Public Library of Science Journal juga menunjukkan bahwa kadar benzene terdapat dalam uap beberapa merek vape.

Menurut dr. Nauki Kunugita, seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa.

Jadi, apakah vape lebih aman daripada rokok biasa?

Hingga saat ini tidak ada fakta yang membuktikan bahwa bahaya atau dampak vape lebih rendah dibandingkan dengan rokok.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia produktif untuk mengisap rokok elektrik.

Oleh karenanya, vape atau rokok tembakau sama-sama punya bahaya yang tak bisa diabaikan. Akan jauh lebih baik jika Anda menjauhi vape dan rokok tembakau demi kesehatan yang lebih baik. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.