Unik, Informatif , Inspiratif

Wah, 10 Muallaf di Kolombia Lahir Tiap Harinya Ternyata

0

Kolombia, negara di barat laut Amerika Selatan ini secara statistik jumlah Muslimnya masih sangat minoritas. Tetapi, Islam disana berkembang dengan sangat pesat, terbukti dengan jumlah penganut agama Islam yang setiap harinya bertambah.

Hingga kini belum ada angka resmi jumlah warga Kolombia asli yang menjadi mualaf. Namun, diyakini bahwa sebagian besar Muslim yang tinggal di kawasan perkotaan Kolombia adalah mualaf.

BACA JUGA: Inilah Daftar 32 Pemain yang Menjadi Kapten Negara Peserta Piala Dunia 2018

Dikatakan Imam Dasuki, sekitar 90 persen komunitas Muslim di Kota Medellin adalah mualaf. Dan juga, banyak diantara Muslim yang tinggal di ibu kota Kolombia, Bogota. Bahkan, menurut komunitas Muslim Bogota, jumlah pemeluk agama Islam di kota mengalami peningkatan setiap harinya.

”Setiap hari, rata-rata ada 10 umat Kristiani yang berpindah keyakinan menjadi Muslim,” kata seorang Muslim Bogota seperti dikutip koran nasional Kolombia, El Espectador beberapa waktu lalu.

Imam Dasuki mengatakan, alasan tertariknya warga Kolombia dengan ajaran Islam adalah karena mereka ingin mencari pencerahan spiritual dan tertarik dengan gaya hidup sehat dari umat Islam. ”Hal itu sangat berbeda dengan gaya hidup Kristiani masyarakat Kolombia,” kata Imam.

Yusuf, pria yang bernama asli Jose dan salah satu mualaf asal Medellin, masuk Islam beberapa tahun silam. Ia mengatakan, Islam menuntunnya pada banyak hal positif.

”Islam telah membantu saya melepaskan diri dari alkohol dan narkoba,” tutur Yusuf.

Ia juga mengatakan, perkenalannya dengan Islam bermula dari ketertarikannya pada musik khas Arab. Sejak itulah, ia mulai mempelajari segala hal mengenai Arab di Pusat Kebudayaan Muslim yang ada di Medellin. Dari situ pula, ia mulai mengenal Islam, seperti dilaporkan Colombia Reports.

Menurut Yusuf, Allah seakan membimbingnya untuk masuk Islam padahal sebelumnya ia adalah salah satu penganut Katholik yang taat. ”Namun, Allah menunjukkan dan menuntunnya pada ‘jalan terang’,” ujarnya.

Perihal pendapat orang tuanya, Yusuf mengaku orang tuanya menghargai keputusannya walaupun pada awalnya nampak kurang rela. Begitu juga dengan teman-teman Yusuf, mereka bisa menerima agama baru yang ia yakini. Mereka dapat menghormati keputusan Yusuf karena melihat komitmen kuatnya untuk melaksanakan ajaran Islam.

“Mereka mulai sepenuh hati mendukung keislaman saya setelah melihat saya berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” ujar Yusuf.

Yang paling sulit menurutnya adalah mengatakan pada keluarganya bahwa Islam melarang pemeluknya memakan daging babi. ”Namun, setelah diberi pengertian, mereka terutama ibu saya terbiasa juga dengan agama baru anaknya,” kata Yusuf.

BACA JUGA: Anna, Wanita yang Menjadi Mualaf Setelah Diberi Jus Oleh Seorang Pria

Di Kolombia, umat Islam dan Kristiani dapat hidup berdampingan secara damai. Di beberapa kota yang dihuni banyak imigran dari Arab, bahkan tradisi Arab, dapat membaur dengan tradisi lokal. Contohnya di Barranquilla, kota yang terhampar di bibir pantai Karibia, Kolombia Utara ini salah satu ikon kulinernya adalah makanan Arab yang digemari masyarakat setempat ataupun pendatang. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.