Wah! Berikut 7 Planet Paling Ekstrim di Alam Semesta

0 236

INSPIRADATA. Alam semesta ini terdiri dari berbagai jenis planet yang jumlahnya mencapai ribuan. Banyak negara-negara yang melakukan ekspedisi luar angkasa guna mencari planet yang bisa dihuni oleh makhluk hidup.

Dari ekspedisi tersebut ditemukan planet yang tidak layak huni karena memang kondisi di planet tersebut sangat ekstrim. Jika kita mengenal berbagai planet yang sejak kecil diajarkan di sekolah, mungkin jumlahnya akan bertambah.

Seiring dengan berkembangnya tekonologi, saat ini manusia semakin mudah pergi ke luar angkasa untuk melakukan penelitian. Berikut hasil penelitian yang menemukan berbagai planet ekstrim di alam semesta ini.

Planet Terpanas, KELT-9b
Merupakan planet terpanas dengan suhu mencapai 4326°C. Betapa tidak, pusat orbit yang dimiliki KELT-9b adalah KELT-9 yang memiliki suhu hampir menyentuh 10 ribu derajat Celcius.

Sejauh ini, Merkurius diketahui sebagai planet terpanas. Ini lantaran jaraknya yang paling dekat dengan matahari. Merkurius memiliki jarak sekitar 57,9 juta km dari matahari.

Dibandingkan dengan KELT-9b, batuan yang dimiliki Merkurius akan meleleh seketikan saat menyentuh permukaan planet tersebut. Saking panasnya, KELT-9b tidak cocok untuk ditempati makhluk hidup.

Planet terdingin, Hoth
Berlawanan dengan KELT-9b, planet yang memiliki kode OGLE-2005-BLG-390Lb ini memiliki suhu minus 223 derajat C. Ini mejadikannya sebagai planet terdingin di jagad raya.

Planet ini sering dikaitkan dengan planet Hoth dalam film franchise, Star Wars. Sayangnya, berbeda dengan di film, planet ini tidak dapat ditinggali. Ini lantaran tidak memiliki kandungan atmosfer yang cukup untuk menyokong kehidupan manusia.

Sebagian besar gas di planet ini merupakan es ditutupi salju yang cukup tebal pada permnukaannya. Hoth berotasi mengelilingi inti tata surya yang disebut Red Dwarf.

Planet terbesar
Planet DENIS-P J082303.1-491201 b dilabeli sebagai planet terbesar yang pernah ditemukan ilmuwan, menurut catatan Badan Antariksa AS (NASA). Ukuran planet ini mencapai 28,5 kali lebih besar dari pada Jupiter. Namun, masih ada perdebatan dikalangan peneliti apakah DENIS-P J082303.1-491201 b masuk dalam kategori bintang atau planet.

Planet terkecil
Kepler-37b adalah planet terkecil yang pernah ditemukan. Bahkan ukuran planet ini lebih kecil dari Merkurius. Kepler-37b merupakan planet terdekat dengan inti tatasuryanya. Bahkan, jaraknya lebih dekat dari jarak Merkurius ke matahari. Ini membuat suhu planet terbilang tinggi hingga tidak mampu menyokong kehidupan lantaran dapat menguapkan air dengan suhu tersebut.

Planet tertua PSR B1620-26 b
Planet ini menjadi planet tertua yang ditemukan imluwan. Planet ini berukuran 2,5 kali lebih besar dari Jupiter. Terbentuk sebagai salah satu planet tertua, membuat PSR B1620-26 b tidak dapat dihuni makhluk hidup. Ini lantaran planet tersebut tidak memiliki elemen seperti karbon dan oksigen sebagai kebutuhan hidup.

Planet termuda V830 Tauri
Mendapat predikat sebagai planet termuda dengan usia baru mncapai dua juta tahun cahaya, V830 Tauri berukuran tiga perempat lebih besar dari Jupiter dan diprediksi masih terus tumbuh.

Artinya, planet tersebut masih akan bertubrukan dengan planet atau bintang lain untuk menemukan bentuk finalnya. Hal tersebut membuat V830 Tauri terlalu berbahaya untuk ditinggali.

Pusat tata surya planet tersebut berukuran sama dengan matahari hanya memiliki radius dua kali lipat dan belum mencapai bentuk final.

Venus
Merupakan planet kedua dari sistem tata surya yang sama dengan bumi. Venus dijuluki sebagai planet yang memiliki cuaca terburuk se-jagad raya. Venus terselubung awan yang mengandung asam sulfur.

Atmosfer Venus bergerak lebih cepat dari pada perputaran planet pada porosnya. Kecepatan angin dapat mencapai 360 km perjam. Pada kedua kutub planet tersebut terdapat angin topan bermata dua. Atmosfernya 100 kali lebih tebal dari yang ada dibumi dan mengandung 95 persen karbon dioksida. []

 

Sumber: Sciencealert

(Visited 252 times, 1 visits today)
loading...
loading...

You might also like More from author

Comments

Loading...