Foto: BaBe

Wah, di Inggris Pernah Ada Tradisi Menjual Istri!

Foto: BaBe

INSPIRADATA. Sebuah realita yang mengejutkan diungkap Samuel Pyeatt Menefee dalam karyanya Wives for Sale: Ethnographic Study of British Popular Divorce. Fakta mengejutkan ini terjadi di Inggris yang berlangsung selama 500 tahun.

Pada abad pertengahan, wanita dipandang rendah, bahkan banyak di antaranya istri tak memiliki hak atas dirinya sendiri. Kasarnya, saat itu wanita dipandang hanya sebagai barang dagangan yang bebas diperjualbelikan oleh laki-laki. Penderitaan kaum istri ini diceritakan dalam Buku Uncle John’s Bathroom Reader Plunges Into History Again.

Pada masa itu, penjualan istri ini sampai diiklankan di media informasi. Sehingga semua orang bisa tahu bahwa istri si Fulan dijual. Setelah orang-orang tahu, barulah dijual di tempat-tempat pelelangan.

Parahnya lagi, layaknya binatang, para istri ini diikat dan perlihatkan dalam panggung hiburan untuk kemudian dijual.

Puncak tradisi ini terjadi pada tahun 1780 dan 1850. Saat itu, di Brimingham, Inggris, sekitar 300 orang istri dijual. Meski wanita-wanita ini menolak diperlakukan demikian, namun saat itu tidak ada undang-undang yang melindungi dan membela hak-hak asasi wanita.

Khususnya di Inggris, perdagangan wanita ini masih terjadi pada awal abad ke-20.

Akhirnya, pada 1913, para wanita menuntut ditetapkannya undang-undang yang melarang perdagangan perempuan. Dan para wanita pun memiliki perlindungan hak secara hukum. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *