Unik, Informatif , Inspiratif

Wah, Kota Ini Larang Warganya Meninggal, Mengapa?

0

Sebuah kota di Norwegia punya aturan yang terbilang unik dan tidak biasa. Kota itu bernama Longyearbyen yang melarang penduduknya untuk meninggal dan dikuburkan di daerah tersebut.

“Jika tampaknya Anda akan meninggal, segala upaya akan dikerahkan untuk membuat Anda pergi ke daratan utama,” kata Jan Christian Meyer, seorang insinyur senior dan Profesor Asisten Profesor di Universitas Norwegia Sains dan Teknologi di Trondheim.

Wilayah yang dihuni oleh sekitar dua ribu penduduk itu terkenal dengan pertunjukan Cahaya Utara (Aurora Borealis) yang muncul setiap tengah malam.

Tampaknya bukan tanpa alasan pihak berwenang setempat melarang penduduk maupun pendatang baru untuk meninggal dan melakukan pemakaman di tempat tersebut.

Melansir The Vintage News, Selasa (27/3/18), sebenarnya ada alasan tepat mengapa pihak berwenang menerapkan kebijakan tersebut.

Pada tahun 1950-an, penduduk menyadari bahwa permafrost atau tanah yang mengalami titik beku pada suhu 0 °C menganggu proses penguraian jasad manusia.

Pasalnya, mereka menemukan jasad yang telah lama dikuburkan berada dalam kondisi utuh dalam pemakaman mereka.

Walaupun jasad mereka utuh, hal ini bukan tanda yang baik bagi para penduduk.

“Tanah beku secara permanen tidak hanya menjaga jasad dari proses penguraian dan mendorongnya kepermukaan. Mereka juga mengawetkan penyakit yang membunuhmu dan bisa terjangkit kepada penduduk lokal,” kata Mayer.

Tentunya hal itu dianggap mengkhawatirkan, apalagi beberapa dekade sebelumnya pandemi Flu Spanyol yang mematikan, pernah terjadi di kota Longyearbyen.

Meskipun korban meninggal di daerah tersebut tidak banyak, mereka sempat dikuburkan pada tahun 1918 dan 1920.

Namun, dengan adanya penemuan ini tentunya para pihak berwenang tak ingin mengambil risiko.

Akhirnya, mereka membuat sebuah tindakan cepat.

Selain menutup kuburan, pemerintah negara bagian juga mengesahkan kebijakan bahwa sekarat dan meninggal di kota Longyearbyen merupakan tindakan yang ilegal.

Semua orang dipersilahkan datang dan tinggal di sana asalkan tidak dalam keadaan sekarat, apalagi meninggal.

Jika nyawa penduduk sekitar tidak tertolong, orang-orang akan membawa jasadnya ke wilayah Norwegia lain dan pemerintah akan mengurus pemakamannya.

Cara pemakaman lain seperti mengubur sisa-sisa kremasi juga perlu persetujuan negara.

Ternyata tidak hanya Longyearbyen yang mempunyai aturan semacam ini.

Kota kecil di Calabria, juga menetapkan pelarangan agar penduduknya untuk sakit dan meninggal.

Walikota mereka, Davide Zicchinella yang mengesahkan undang-undang ini bertujuan agar para penduduknya mementingkan tingkat kesehatan mereka.

Jauh sebelum itu, Peisistratus, seorang pemimpin Athena di zaman Yunani kuno juga pernah memberlakukan aturan semacam itu.

Ia meminta rakyatnya menggali semua jasad dan melarang orang untuk meninggal dan melahirkan di pulau suci Delos.

Pulau Miyajima di Jepang yang dianggap sebagai pulau para dewa juga menerapkan hal tersebut.

Tempat sakral itu kerap dijaga kesuciannya dengan melarang orang dikuburkan di sana.

Biasanya para orang tua yang sakit parah atau meinggal akan segera dipindakan ke daratan utama. []

 

 

 

Sumber: Liputan6


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline