Inspirasi dan Data

Wah.. 3 Santri Indonesia Ini Diundang Jadi Imam Tarawih di Korea Selatan

0 345

INSPIRADATA. Ramadan ini tiga santri Daarul Qur’an akan berangkat ke Korea Selatan atas undangan masyarakat untuk menjadi imam sholat Tarawih di sana. Jawwad Muyassar (18), Hikman Faqih (18) dan Luthfi Nur Agusti (18) akan bertolak ke Korea Selatan pada Sabtu (17/6) sore.

” Sewaktu Ustaz Yusuf Mansur berkunjung ke Korea Selatan ada permintaan dari komunitas muslim di sana untuk mengirimkan santri yang akan bertugas menjadi imam saat shalat Tarawih nanti,” ujar Ustaz Slamet Ibnu Syam, pengasuh Ponpes Daarul Qur’an. Demikian disitat dari Dream, Sabtu (17/6/2017).

Ustaz Slamet menambahkan tiga santri ini dibutuhkan kehadirannya sejak awal Ramadan lalu. Namun proses pengurusun visa yang membutuhkan waktu membuat ketiganya baru bisa berangkat di sepertiga bulan Ramadan ini. Ketiga santri ini dipilih berdasar kualitas dan loyalitas mereka saat di pesantren.

Jawwad Muyassar pun mengaku terkejut saat diberitahu oleh Ustaz Slamet perihal rencana kepergiannya ke Negeri Ginseng tersebut. Ia mengaku sempat tidak percaya.

” Jadi waktu itu jelang sholat Isya dan Ustaz Slamet memberi tahu kami. Saat saya masih gak percaya dan serasa boongan. Eh, pas dipinta foto untuk pasport baru deh percaya,” ujar santri asal Bekasi ini.

Sementara itu Faqih mengaku senang dengan terpilihnya ia menjadi salah satu santri yang akan berangkat ke Korea Selatan. Meski ia sendiri mengaku gugup dengan perjalanan ini.

” Jujur saya senang. Meski gitu ada rasa gugup juga dengan apa yang akan terjadi di sana nanti. Tapi saya terus ber dan berusaha menyiapkan diri dengan baik,” ujarnya.

Rayakan Idul Fitri di Negeri Orang

Ketiganya pun mempersiapkan diri dengan serius. Dari mulai murajaah hafalan, persiapan mental hingga mempersiapkan makanan yang akan dibawa.

” Lewat internet kami melihat-lihat keadaan di sana. Kami mau tahu soal budaya dan kebiasan di sana agar tidak kaget nanti,” ujar Lutfhi. ” kami juga membawa mie instan dan tempe orek buat di sana nanti.”

Ketiganya juga mengaku sudah siap harus merayakan Idul Fitri jauh di negeri orang dan jauh dari keluarga. Mereka akan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi hal tersebut.

” Sedih pastinya. Tapi mengingat tujuan kita berdakwah dan orangtua sudah meridohi Insya Allah kita akan mudah jalani. Dan jika kangen tinggal melakukan video call saja,” ujar Jawad.

BACA JUGA: 

Cerita Mahasiswa Asal Aceh, Dipilih Jadi Imam Tarawih di Mesir Meski Baru Semester Awal

Masjid Raya Pekanbaru Undang Imam Tarawih Ganteng Asal Palestina

Meriahkan Ramadhan, NTB Undang Imam Tarawih dari Timur Tengah

Imam Besar Mesir Akan Pimpin Tarawih di Pulau Lombok

Sementara itu ustadz Ahmad Jamil, ketua Daarul Qur’an bidang pendidikan, berharap ketiganya bisa mengaplikasikan apa yang didapatnya di dunia pesantren selama ini. Dan semoga keberangkatan ketiganya dapat memotivasi santri lain untuk meningkatkan kualitas mereka.

” Kami segenap pimpinan Daarul Qur’an pastinya merasa bangga dengan keberangkatan ketiga ini dan semoga ketiganya bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujar Ustaz Ahmad Jamil. []

loading...
loading...
Comments
Loading...