Unik, Informatif , Inspiratif

Wajarkah Otak Manusia yang Selalu “Termakan” Hoax?

0 20

Masih pantaskah disebut wajar, ketika otak manusia selalu termakan informasi hoax?

Dalam kondisi mencekam semacam bencana alam sekalipun, informasi hoax masih saja muncul. Tercatat, setidaknya ada delapan hoax terkait bencana di Sulawesi Tengah, dari jumah korban hingga gempa susulan.

BACA JUGA: Ini Tips Kenali Hoax Bencana Alam ala Sutopo BNPB

Suatu penjelasan menyebutkan, benar hal itu wajar. Karena otak manusia gampang dipengaruhi oleh kecerdasan berpikirnya masing-masing individu.

Menurut Daniel Kahneman, psikolog asal Amerika Serikat yang juga penerima Nobel Ekonomi pada 2002, dalam bukunya yang berjudul Thinking Fast and Slow (2011), otak manusia itu secara naluri mudah termanipulasi dan dibohongi.

Ada lapisan di otak yang berpikir cepat dan tak logis.

Dalam buku itu pun, tertulis dalam buku tersebut, ada bagian yang berpikir lambat, skeptis, sering sibuk dan cepat kelelahan.

Informasi tergantung dari informasi dan kognitif sebelumnya

Namun, Diatri, seorang pakar lain, mengatakan tidak setuju dengan istilah “termanipulasi”. “Otak tidak bisa termanipulasi,” kata dia, “Tapi menerima, memahami, memilih informasi yang didapatkan atau menilai informasi tersebut relevan atau tidak.”

BACA JUGA: Murka Allah Bagi Penyebar Berita Hoax

Hal lain yang terjadi selanjutnya adalah mengintrgrasikan informasi yang baru diterima dengan informasi yang ada, sehingga menggunakan informasi tersebut untuk mengarahkan kepada suatu nalar dan perilaku.

“Supaya tidak mudah termanipulasi,” menurut Diatri, “Tentu harus punya dasar kognitif yang baik. Harus juga terbiasa memahami dan memilih atau menilai kebenaran informasi dengan mengintegrasikan informasi yang sudah tersimpan.” []

SUMBER: TEMPO

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline