Unik, Informatif , Inspiratif

Wakil PM Jepang Salahkan Kaum Wanita karena Jumlah Populasi Turun

0

Akibat menyalahkan kaum wanita usia produktif yang tidak memiliki anak, Wakil Perdana Menteri Jepang, Taro Aso, didesak untuk meminta maaf. Wakil Perdana Menteri Jepang Menyalahkan para wanita ini karena rendahnya tingkat kelahiran dan tingginya populasi lanjut usia di negara itu.

Total populasi Jepang turun sebanyak 448 ribu orang menjadi 126 juta orang. Diperkirakan jumlah ini akan turun di bawah 100 juta pada tahun 2050 kecuali ada gelombang besar imigran yang masuk ke negara itu.

Taro Aso, mengatakan hal tersebut pada pertemuan dengan konstituen di Fukuoka akhir pekan lalu.

BACA JUGA: Indonesia Tertarik Sistem Peringatan Tsunami Milik Jepang

Seperti dikutip dari Independent, Rabu (6/2/2019). Menurut Taro Aso, “Ada banyak orang aneh yang mengatakan orangtua yang harus disalahkan. Padahal hal itu salah. Masalahnya adalah mereka (wanita) yang tidak melahirkan.”

Namun Asoyang juga menjabat sebagai menteri keuangan ini, mencabut klaim tersebut setelah anggota parlemen oposisi menuduhnya tidak sensitif terhadap pasangan yang ingin memiliki anak tetapi tidak dapat melakukannya.

“Jika itu membuat beberapa orang merasa tidak nyaman, saya minta maaf,” kata Taro Asdo yang juga tidak mempunyai anak.

Taro Aso memang dikenal sering mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi. Sebelumnya pada tahun 2014 lalu, ia juga sempat memicu kritik dari masyarakat.

BACA JUGA: 8 Kebiasaan Masyarakat Jepang Ini Layak Anda Tiru

Pernyataan Aso kali ini datang setelah data statistik pemerintah mengungkapkan jumlah kelahiran pada tahun 2018 turun menjadi 921ribu. Angka itu terendah sejak Jepang mulai mencatat statistik tersebut lebih dari seabad yang lalu.[]

SUMBER: VIVA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.