Foto: Pakistani Women Lifestyle

Wanita Berhati-hatilah, Jenis Senyum yang Dilarang Ini Harus Dihindari

Foto: Pakistani Women Lifestyle

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita,” (QS. An-Nur: 31).

Dalam dalil tersebut sudah jelas tersurat bagaimana sebaiknya wanita Muslim menjaga pandangannya dan menutup seluruh auratnya. Hal tersebut bukan hanya aturan semata, malainkan untuk menjaga kehormatan seorang Muslimah agar tetap terjaga kemuliaannya. Dan jika hal tersebut dilanggar, maka fitnah dunia akan mengintai kehidupan wanita Muslim.

Maka hendaknya seorang muslimah menjaga diri dari fitnah dengan tidak menebar senyuman yang mengarah pada godaan setan. Dilansir dari Media Ihram Asia, inilah jenis senyum yang dilarang untuk dilakukan seorang Muslimah agar terhindar dari fitnah yang akan mengintainya.

1. Senyum dengan maksud menggoda lelaki
2. Senyum kebencian yang disembunyikan
3. Senyum ‘modus’ yang tidak tulus
4. Senyum pembentuk cemburu
5. Senyum untuk menipu

Karena hakikatnya senyuman adalah sebuah sikap yang menunjukan rasa ikhlas untuk ditularkan pada orang-orang di sekitar kita. Jika tujuan senyuman itu untuk hal diluar kebaikan, tentunya hasil dari senyuman itu juga akan memberikan kulitas yang buruk bagi mereka yang melihat senyuman itu.

Nabi Muhammad ﷺ telah bersabda, “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” (HR. At Tirmidzi). []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Terlanjur Haid, Shalat Belum Dikerjakan, Apakah Harus Mengganti?

Sebaliknya dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, kewajiban shalatnya tidak gugur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *