bukan mahrom
Foto: Shutterstock

Wanita Bicara dengan Laki-laki Lain Lewat Telepon, Bolehkah?

Di zaman yang serba digital ini, berkomunikasi dengan siapapun menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, di balik kemudahan dalam berkomunikasi, juga terdapat kemudhorotan yang sering terjadi antara dua insan yang berbicara dengan yang bukan mahrom. Lalu adakah syarat tertentu yang membolehkan dua insan bukan mahrom berkomunikasi via telepon?

Dikutip dari rumaysho.com, berikut jawaban dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah mengenai hal ini.

Tidak mengapa seorang wanita berbicara dengan laki-laki via telepon jika memang ada maslahat yang syar’i, atau ada urusan yang sifatnya mubah seperti bertanya perihal agamanya, atau mungkin bertanya tentang kondisinya sakit ataukah sudah sehat.

Namun jika komunikasi tersebut bentuknya bermesra-mesraan yang menimbulkan fitnah (godaan bagi si pria), atau mengajak pada perbuatan bejat (zina), atau sebagai sarana menuju perbuatan yang dimurkai, maka hal itu tidak dibolehkan. Seorang wanita memang harus lebih berhati-hati akan hal ini. Begitu pria, mereka harus bisa mengontrol diri dari hal semacam ini. Janganlah sampai laki-laki berbicara dengan wanita via telepon untuk tujuan yang mengantarkan kepada kerusakan yang banyak mudhorotnya.

Adapun jika si wanita tadi berbicara dengan suami dari saudara perempuannya, atau berbicara kepada anak pamannya, ia menanyakan kesehatan mereka, kesehatan anak mereka, kesehatan ayah mereka, atau pada perkara yang ada hajat untuk ditanyakan, atau pada urusan jual beli yang urgent, selama itu tidak mengandung syubhat dan kejelekan maka tidaklah mengapa. []

Sumber: rumaysho.com


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *