, Wanita dan Guru Bijak
Unik, Informatif , Inspiratif

Wanita dan Guru Bijak

0

Suatu hari ada seorang wanita muda yg datang kepada guru bijak dan bertanya:

“Guru, mengapa ya kok ada orang yang kerjanya setiap hari itu menghujat orang lain dengan kata-katanya yang pedas dan kasar?

“Mengapa saya tidak pernah mendengar sekalipun ia memuji orang lain, kalaupun memuji itu malah bentuknya seprti sindiran yang menyakitkan.”

Dengan lembut sang guru bijak berkata: “Begini ya nak, jika kamu hanya punya gula maka yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya gula yang manis….

“Begitupun jika kamu cuma punya sambal yang pedas, yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya cuma sambal yang pedas….

“Jadi jika ada orang yang selalu berkata-kata pedas pada orang lain, mungkin yang dia PUNYA ya cuma itu!

“Tidak ada yang lainnya lagi yg bisa dia berikan pada orang lain.

“Nah pertanyaannya: Apa yg kamu sendiri sekarang punya, yang ingin dibagi dan diberikan kepada orang lain?

“Kata-kata yang manis atau yang pedas ?

“Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu.”

Wanita muda itu tiba-tiba saja terdiam….. dan merenungkan apa yang baru saja dia dengar dari sang guru bijak.

Pesan moral:
Bersihkan hati dan pikiranmu
dari
Rasa iri
Rasa benci,
Rasa dengki dan
Rasa serakah

Apa yang kau tebar itulah dirimu dan akan kau petik nanti.

Sesuai benih yang ditabur begitu juga buah yang dipetik
Berbuat jahat akan menderita
Berbuat baik akan bahagia

Selalu menghormati dan menyayangi baik kepada yang lebih tua mau pun yang lebih muda dengan cara yang baik

Jangan menyimpan
Kecewa,
Kesal,
Kepahitan,
Kebencian ,
Kemarahan,
dan
Dendam masa lalu

Karena hanya akan menjadi

PENYAKIT

yang berbau Busuk… sangat menyakitkan… dan ….
yang selalu akan …..
berkata kata
pedas dan menyakitkan

“Jika hidup dalam kemarahan dan kebencian di hatimu… maka akan menyakiti dirimu sendiri… dan pasti akan lebih menyakitkan daripada orang yang dibenci kamu.”

“Menaklukkan diri sendiri sesungguhnya jauh lebih baik daripada menaklukan orang Lain.

Ia yang mampu mengendalikan dirinya sendiri, pasti akan mampu mengendalikan perbuatannya. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.