dampak buruk pakaian ketat
Foto: www.today.com

Wanita Gunakan Pakaian Ketat, Bisa Terjangkit 3 Penyakit Ini

Islam menjelaskan bahwa pakaian yang baik adalah dengan memakai pakaian yang menutup aurat. Hal tersebut bukanlah untuk menyusahkan, tetapi justru untuk kebaikan kita sebagai pemakainya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua macam penghuni neraka yang belum pernah kulihat sebelumnya. Orang-orang yang membawa cemeti serupa ekor sapi yang dengan itu, mereka memukuli manusia. Dan para wanita yang berpakaian namun telanjang. Mereka berjalan sambil bergoyang dan berlenggak-lenggok. Kepala mereka ibarat punuk unta yang miring. Para wanita ini tidak akan masuk surga dan tidak akan menghirup aromanya. Padahal sesungguhnya aromanya tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Dari sudut pandang ilmiah dan kesehatan, inilah bahaya memakai pakaian ketat bagi kesehatan yang telah dilansir dari berbagai sumber terkait.

BACA JUGA: Beda Dermawan-Egois antara Pria dan Wanita

Melukai Usus

Hal ini akan menyebabkan seseorang yang memakai pakaian atau celana ketat akan merasakan sakit pada perut setelah beberapa jam setelah makan dan kita tidak akan merasa nyaman.

Kanker Melanoma

Beberapa peneliti menegaskan bahwa wanita –wanita yang memakai pakaian yang ketat dan trasparan akan terserang penyakit kanker ganas melanoma yang berada di semua badan yang terbuka.

BACA JUGA: Saat Haid, Wanita Dilarang Potong Kuku?

 Kemandulan

Cuaca yang tidak menentu terutama pada musim dingin akan mengakibatkan kemandulan pada wanita. Ini di sebabkan pakaian atau celana yang ketat tidak bisa mengontrol atau menjaga suhu tubuh sehinga membahayakan kondisi rahim dan lebih parahnya lagi pengunaan pakaian ataupun celana ketat yang berkepanjangan akan merusak tulang punggung.

Itulah beberapa gangguan kesehatan yang dapat disebabkan oleh pakaian yang ketat. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

orang yang boleh meminta-minta

Jangan Sentuh 3 Bagian Tubuh Ini dengan Tangan!

Hasil penelitian juga mengungkapkan, orang yang menggunakan cincin atau memelihara kuku lebih dari dua milimeter membawa lebih banyak mikroba di tangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *