Unik, Informatif , Inspiratif

Warga Cina Jebol Data Rahasia Perusahaan Minyak AS

0

 

Sebuah perusahaan minyak AS telah mengalami kecurian data dagang rahasia. Sabtu (22/12) pihak berwenang AS mengidentifikasi pegawai yang dituduh mencuri rahasia dagang itu bernama Hongjin Tan.

Mereka hanya mengatakan Tan bekerja di fasilitas penelitian di wilayah Tusla.
Keterngan selajutnya diketahui dari Jaksa federal Amerika Serikat (AS). Jaksa Federal menyatakan bahwa pelaku adalah seorang warga negara Cina yang bekerja di perusahaan minyak di Oklahoma, AS.

BACA JUGA: Ini Perusahaan Konstruksi Paling Tua di Dunia

Melalui pernyatan tertulis FBI menuduh Tan mencuri rahasia dagang sebuah produk yang tidak diketahui namanya. Karena aktifitas pencuriannya, Tan dapat membuat perusahaan Cina yang menjanjikannya pekerjaan keuntungan sebesar 1,4 sampai 1,8 miliar dolar AS.

Dari pencurian itu, Tan mengunduh ratusan data komputer. Objek curiannya termasuk data laporan penelitian dan pengembangan pasar produk energi hilir.

Diketahui bahwa Laporan itu berisi rencana perusahaan memasarkannya di Cina dan di sistem baterai berbahan dasar lithium yang biasa digunakan telpon genggam. Laporan itu juga berisi bagaimana cara membuat produk yang mana menurut perusahaan di Oklahama, membutuhkan proses teknis yang rumit dan sulit.

FBI dalam laporan tertulisnya menyatakan bahwa data-data ini termasuk informasi (yang menurut perusahaan) sebagai rahasia dagang dan di luar pekerjaan Tan.

FBI juga melaporkan bahwa Tan adalah seorang ilmuwan di Pusat Penelitian Phillips 66. Sebuah pusat penelitian yang terletak di Bartlesville, sekitar 66 kilometer sebelah utara Tulsa. Data ini sesuai dengan yang tercantum dalam akun profil LinkedID Hongjin Tan.

BACA JUGA: Karyawan di Perusahaan China Dilarang Gunakan Perangkat Apple, Kenapa?

Menurut catatan pengadilan menunjukan Tan sudah menghadap hakim pada hari Kamis (21/12) lalu dan sampai saat ini masih ditahan. Sidang penahanannya dijadwalkan pekan depan.

Kata juru bicara Phillips 66, Melissa Ory. “Perusahaan akan bekerja sama dengan FBI dalam penyelidikan yang sedang berjalan yang melibatkan mantan pegawai di Bartlesville kami.” Ory menolak membahas kasus ini lebih lanjut. []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.