Ilustrasi

Wariskan 3 Kebaikan Ini untuk Diri Sendiri dan Orang Lain

INSPIRADATA. Kebaikan yang diwariskan akan menjadi jejak yang abadi, bahkan sampai ke alam kubur. Setiap manusia pasti ingin berbuat kebaikan, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain, sehingga apa yang kita lakukan dapat menjadi bekal untuk di akhirat nanti. Namun, sebagian orang hanya sekedar ingin, tanpa ada usaha yang sungguh-sungguh untuk mewariskan kebaikan ini. Padahal, tak perlu waktu khusus saat kaya raya ataupun ketika pendidikan sudah tinggi. Demikian disitat dari Republika (6/5/2017).

Ada tiga warisan terbaik yang setiap orang pun akan mampu melaksanakannya dengan mudah; sedekah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang terus mendoakan orang tuanya. Begitulah pesan dari Rasulullah SAW, “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang terus mendoakan kedua orang tuanya,” (HR at-Tirmidzi).

Pertama, senyum saja sudah sedekah. Artinya, bersikap ramah dan membuat orang yang bersama kita nyaman adalah kebaikan abadi. Senyum hakikatnya ekspresi jiwa nyata, cermin diri yang tulus dan penuh syukur atas kehidupan yang dijalani. Tidak perlu menunggu kaya harta untuk bersedekah, bukan? Tentu saja, alangkah baiknya semakin banyak harta benda yang disedekahkan, diwakafkan, ambil secukupnya, tinggalkan sepantasnya.

Ilmu pengetahuan itu bertingkat, setiap orang memilikinya dari yang sederhana hingga yang paling rumit. Ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia hanya setitik saja jika dibandingkan luasnya samudra ilmu Allah SWT. Jika pun hanya bisa membaca, ajarkanlah dengan senang hati kepada yang belum bisa. Bila pun hanya bisa al-Fatihah, ajarkanlah kepada mereka yang belum benar cara membacanya, dan seterusnya.

Tak ada alasan untuk tidak berbagi ilmu, jangan juga menunggu berstatus sebagai guru. Ketika setiap manusia mau belajar, mengajar, dan mengembangkannya, maka sesungguhnya pilar peradaban tengah ditegakkan.

Anak saleh lahir dari pendidikan dengan kurikulum keluarga saleh. Artinya, pendidikan menjadi hal yang utama dalam kehidupan sebuah keluarga dan masyarakat. Anak saleh adalah sumber daya insani terbaik. Mereka bukan hanya bermanfaat bagi kedua orang tuanya, tapi anak bagi semua orang tua yang memperoleh manfaat kebaikan darinya.

Tiga warisan itu hakikatnya memberikan kita hikmah, antara lain, pertama, bahwa hidup ini harus seimbang, jangan berlebih-lebihan. Kehidupan dunia harus dipenuhi dalam rangka menyiapkan bekal di akhirat nanti, pun sebaliknya. Tak ada yang boleh diabaikan salah satunya, sama pentingnya, sama bernilainya. Alquran surah al-Baqarah ayat 200 mengilustrasikannya dengan doa, “Wahai Tuhan kami, berilah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta jauhkan kami dari azab neraka.”

Kedua, bangunlah kebudayaan dan wariskan peradaban terbaik bagi kemanusiaan. Ilmu bermanfaat, wakaf, dan anak saleh adalah warisan terbaik bagi kemanusiaan. Dalam makna yang lebih luas, ilmu bermanfaat itu artinya ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan sebagai penopang peradaban manusia. Kemanfaatannya tak lagi dibatasi agama, tetapi menyentuh seluruh kebutuhan umat manusia.

Berbagai amal usaha yang terus tumbuh berkembang dan meluas karena gairah bersedekah dan berwakaf. Pesantren, sekolah, rumah sakit, panti asuhan, dan berbagai bentuk nyata kebaikan terus bertumbuh, aksi filantropi yang memuliakan.

Ketiga, siapkan manusianya, manusia bermanfaat bagi sesama. Kepemimpinan, akhlak, aksi kemanusiaan, penguasaan ekonomi dan bisnis, dan pengembangan ilmu pengetahuannya. Sebuah isyarat bagi kita bahwa rumah adalah tempat utama, awal dari peradaban, sekolah pertama manusia dan tempat dibentuknya sumber daya insani (human capital).

Begitu mendalamnya kandungan makna dari hadis di atas, bahwa Rasulullah SAW mendorong setiap kita sebagai individu dan keluarga menyiapkan warisan terbaik untuk peradaban dengan ilmu pengetahuan, sedekah, dan sumber daya insani. Betapa untuk kebaikan di akhirat nanti, kita harus memberikan yang terbaik di dunia ini. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *