Unik, Informatif , Inspiratif

Waspada Darah Haid yang Sedikit, Menyebabkan Penyakit

0

Siklus haid yang tak beraturan terkadang membuat wanita mengalami haid sebulan 2 kali?

Bila ini terjadi, bisa jadi wanita itu terkena polimenorea. Polimenorea merupakan kelainan siklus menstruasi yang menyebabkan wanita berkali-kali mengalami menstruasi dalam sebulan.

Umumnya, seseorang akan mengalami menstruasi selama 5 sampai 8 hari. Namun, beberapa orang mungkin akan lebih sebentar dan beberapa lainnya akan lebih lama.

Mengenai haid, ketika darah haid jumlahnya sangat banyak dan tak kunjung berhenti selama berhari-hari, tentunya hal ini akan memunculkan rasa khawatir.

BACA JUGA: Benarkah Haid Punya Hubungan dengan kesuburan Wanita?

Tapi nih ya, selain darah haid yang sangat banyak dan tak kunjung berhenti, darah haid yang sangat sedikit juga perlu diwaspadai.

Melansir dari laman boldsky.com, darah haid yang sedikit bisa jadi disebabkan oleh pola hidup yang tak sehat, stres berat maupun penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB.

Hanya saja, perlu kita tahu bahwa dalam beberapa kasus, darah haid yang sedikit dan sering terjadi, ini bisa jadi sebagai risiko gejala penyakit tertentu.

Biasanya, wanita normal dan sehat akan mengeluarkan darah haid sebanyak 30 ml sampai 50 ml setiap periode haid. Tapi, jika dalam satu periode haid seorang wanita mengeluarkan darah kurang dari 30 ml, ini bisa jadi sebagai kondisi Hypomenorrhea.

Seseorang yang mangalami Hypomenorrha memperlihatkan gejala antara lain darah haid sangat sedikit, tidak haid selama 2 sampai 3 bulan berturut-turut, enemia, letih dan lesu berlebihan, nyeri sendi, infertilitas, hilangnya gairah seksual, pertumbuhan rambut yang berlebihan dan adanya penimbunan berlebih cairan dalam tubuh terutama di panggul serta pergelangan kaki.

BACA JUGA: Bolehkah Wanita ketika Haid Membaca Al-Quran?

Adapun penyebab dari Hypomenorrha adalah ketidakseimbangan hormon, stres akut, penurunan berat badan secara drastis, lapisan uterus tipis, hipertiroidisme, mendekati menopause, konsumsi pil KB atau obat sejenis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), kurang gizi (malnutrisi) dan adanya risiko penyakit ginjal.

Saat darah haid kamu terlalu sedikit, usahakan untuk memperbaiki pola hidup sehat. Jika darah haid tetap sedikit meski sudah menjalani hidup sehat, jangan segan untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan kamu di dokter terkait. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.