Unik, Informatif , Inspiratif

Waspada, Makan dan Minum yang Panas-Panas Bisa Sebabkan Kanker Esofagus

0 61

Jurnal Medicine, sebuah penelitian yang dilakukan sepanjang 2014-2015 di China terhadap 167 partisipan menunjukkan, mengonsumsi makanan dan minuman panas merupakan salah satu faktor penyebab kanker esofagus.

Panas dari makanan atau minuman tersebut dapat merusak sel-sel rapuh yang melapisi esofagus dan membuat sel tersebut bermutasi menjadi sel karsinoma, yang menyebabkan kanker esofagus.

BACA JUGA: Cegah Kanker Serviks dengan Konsumsi Buah dan Sayur Ini

Penelitian ini juga sejalan dengan apa yang tertulis di dalam British Medical Journal (BMJ) dan International Journal of Cancer tahun 2009, bahwa makanan dan minuman bersuhu tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker esofagus di masa depan.

Hal ini diperoleh dari hasil survei terhadap 300 pasien kanker esofagus dan 571 orang yang sehat. Studi tersebut menyimpulkan, kanker esofagus delapan kali lebih sering terjadi pada orang yang gemar mengonsumsi minuman panas setiap hari.

Menyoal hal tersebut, dr. Sepri dari Klikdokter menjelaskan betapa bahayanya kanker esofagus akibat dari menyantap makanan dan minuman panas.

“Jika sudah terkena kanker esofagus, gangguan bisa menyebar ke organ lainnya, dan yang paling sering terjadi adalah gangguan pada organ hati. Dan kalau sudah semakin parah, gangguan bisa menyerang tulang dan darah,” ucap dr. Sepri.

Meski bukan satu-satunya

Meski menurutnya kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman panas bukanlah penyebab satu-satunya, Anda tetap harus waspada.

“Kanker esofagus bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok, minum alkohol, GERD dan adanya faktor genetik yang memengaruhinya. Meski demikian, risiko kanker esofagus bisa meningkat 2-8 kali lipat pada orang yang setiap hari mengonsumsi makanan atau minuman panas,” tambahnya.

Dilansir dari The Truth About Cancer, jenis kanker ini sulit diobati. Hal ini diamini oleh dr. Sepri, karena memang sel kanker pada jenis kanker ini sangat cepat bermutasi, sehingga kanker cepat menjadi ganas. Belum lagi, area kerongkongan menurutnya cukup sulit mendapatkan terapi radiasi.

BACA JUGA: Hati-hati, Makanan Ini Bisa Picu Kanker

Selain karena medan yang sulit dijangkau, daerah kerongkongan cenderung basah, sehingga obat-obatan lokal susah menyerap. Tak heran, jumlah korban jiwa akibat penyakit ini terus meningkat.

Berdasarkan jurnal Bio Med Central, pada 2015, kanker esofagus masuk ke dalam delapan jenis kasus kanker yang paling banyak terjadi di dunia. []

SUMBER: THE TRUTH ABOUT CANCER | KLIKDOKTER

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline