Social Climber
Social Climber

Waspada Social Climber Itu Ternyata Penyakit Jiwa, Benarkah?

INSPIRADATA. Apakah anda memiliki teman yang senang menguplod barang-barang mewah miliknya di media sosial? Seperti saat berada di suatu tempat mewah, saat membeli perhiasan atau sedang makan di restoran yang mahal. Namun hal yang paling mengerikan dari tingkah laku ini adalah keadaan yang sebenarnya tidak berbanding lurus dengan apa yang dia pamerkan di sosial media atau yang biasa disebut social climber.

Dilansir oleh Inovasee, social climber adalah perilaku seseorang yang dilakukan untuk meningkatkan status sosialnya, dan melakukan segala hal agar mendapat pengakuan status sosial lebih tinggi dari status yang sebenarnya.

Biasanya orang yang mengidap perilaku social climber gaya hidupnya cenderung glamour dan selalu ingin terlihat mewah.

Biasanya para pelaku social climber akan merasa tidak nyaman, tidak percaya diri, dan khawatir tidak diterima di lingkungannya apabila tidak tampil glamour. Akibatnya sebisa mungkin dengan berbagai cara ia lakukan agar tampil mewah.

Selalu merasa khawatir, dan tidak percaya diri saat tidak menggunakan barang-barang dengan brand ternama merupakan gejala yang dimiliki social climber. Inilah yang kemudian social climber bisa disebut “penyakit kejiwaan”.

Social climber berbeda dengan orang kaya yang sebenarnya, orang kaya yang melalui proses panjang penuh perjuangan, akan lebih kalem dan lebih sederhana meskipun ia memiliki uang yang lebih banyak dari para social climber.

Apakah Penyakit Social Climber Berbahaya?

Penyakit kejiwaan ini tentu saja sangat berbahaya. Karena dia menghalalkan segala cara untuk terlihat mewah untuk mendapatkan status sosial yang tinggi dengan hal yang praktis dan tidak melalui proses.

Dari point tersebutlah para penderita social climber bisa melakukan hal-hal negatif sekalipun agar ia bisa tampil mewah. Misalnya saja pegawai negeri golongan I menginginkan hidup dengan rumah megah, mobil mewah, barang-barang keseharian yang berharga puluhan sampai ratusan juta, tentu gaji dari menjadi PNS tidak bisa mencukupi, dan jalan pintasnya kemungkinan korupsi.

Menjadi orang kaya memang tidak ada salahnya, namun harus melalui proses dan perjuangan terlebih dahulu. Selain itu meskipun uang berlimpah bukankah dengan hidup sederhana dan apa adanya keadaanmu akan lebih tenang?

Tampillah apa adanya, tidak perlu membohongi diri sendiri. Syukuri apa yang kamu miliki saat ini, sebab dengan bersyukur kita akan merasa cukup dan puas dengan apa yang ada di hidupmu selama ini. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *