Unik, Informatif , Inspiratif

WHO: Kasus Campak Dunia Naik 30 Persen

0 13

Hingga saat ini penanganan penyakit menular selalu mengalami situasi yang sulit. Karena mencangkup rantai penyakit yang harus diputus juga. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat atas pentingnya pengendalian penyakit menular menjadi salah satu penyebab tidak berhasilnya program.

Direktur Imunisasi, Vaksin, dan Biologis WHO, Martin Friede mengatakan bahwa pegiat medis membuat prasangka salah terhadap vaksin tanpa bukti. Sehingga prasangka itu menyebabkan secara tidak langsung berdampak pada keputusan orang tua untuk mengimunisasi anak.

BACA JUGA: Hati-Hati! Campak Bisa Sebabkan Gizi Buruk hingga Kematian

Sebagaimana diketahui bahwa campak adalah penyakit menular yang menyebabkan diare berat, radang paru-paru, dan gangguan penglihatan

Seperti yang telah menjadi viral, bahwa ada kalangan yang melihat korelasi antara campak dengan autisme. klaim itu Sayangnya telah tersebar di media sosial daKesalah pahaman massal ini menyebabkan gerakan anti-vaksin.

Akibatnya kasus campak di dunia melonjak mencapai 30 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat peningkatan terbesar terjadi di sejumlah negara Eropa seperti Jerman.

Melansir AFP, tren peningkatan kasus campak merupakan fenomena global dengan penyebab yang saling berbeda untuk setiap kawasan.

Di Eropa, para ahli mengatakan bahwa peningkatan kasus campak disebabkan oleh informasi yang salah tentang vaksin.

Berbeda dengan negara negara Eropa, di Venezuela peningkatan kasus campak disebabkan oleh krisis politik dan ekonomi. Krisis politik dan ekonomi ini memicu inflasi besar-besaran. Carut marut ekonomi dan politik ini menyebabkan ketersediaan vaksin yang terbatas.

Transmisi campak di daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjangkit campak, kini menjadi kekhawatiran baru.

BACA JUGA: Polemik Halal-Haram Vaksin MR, Maruf Amin: Imunisasi Itu Wajib

Ironisnya naiknya epidemi campak terjadi pada beberapa negara seperti Jerman, Rusia, dan Venezuela, sebelumnya telah berhasil mengeliminasi campak.

Berdasarkan pedoman WHO, pencegahan wabah campak membutuhkan 95 persen cakupan dari dosis pertama vaksin.

Namun, kini cakupan vaksin hanya mencapai 85 persen selama beberapa tahun terakhir. Angka itu biasanya terjadi di daerah-daerah berpenghasilan rendah seperti Afrika, yang memiliki tingkat cakupan vaksin sebesar 70 persen pada tahun 2017 lalu. []

SUMBER: CNN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline