Wirda Manshur, Idola Remaja, Generasi Qur’ani Masa Kini

wirda-mansur-jpg-1-700x695INSPIRADATA. Tidak hanya kontes kecantikan yang bisa mengharumkan nama Indonesia di duniaWirda Salamah Ulya, putri sulung ustadz Yusuf Mansur ini dikenal publik karena prestasinya sebagai seorang penghafal qur’an.  Di Usia 14 tahun, Ia terpilih menjadi duta qur’anuntuk Indonesia di Amerika, sehingga berkesempatan mempelajari dan menyiarkan Qur’an di negara tersebut.

Selain cantik, dara kelahiran Jakarta, 19 November 2001 ini ternyata ramah dan humoris. Hal ini dapat disaksikan di akun instagramnya. Di sana ia memiliki ribuan follower. Bagaimana tidak, siapapun pasti akan terpukau mendengar lantunan merdunya ayat suci al-qur’an yang dibacanya.

Selain,seorang hafidzah yang  fasih membaca qur’an, wirda juga ternyata menguasai berbagai bahasa, salah satunya bahasa Arab. Namun, jalan yang ia lalui untuk sampai pada prestasi segemilang sekarang tentu tidak mudah.

Walaupun ayahnya adalah seorang ustadz ternama, dan ia dididik dengan ilmu agama, wirda tetaplah sama seperti remaja pada umumnya. Ia juga pernah memiliki keinginan untuk mempunyai  gadget keren. Dan, keinginannya yang satu ini menghadirkan cerita unik tersendiri yang juga sarat akan hikmah.

Ceritanya, dulu Wirda sangat menginginkan sebuah gadget bermerk yang harganya mahal. Tentu saja keinginan itu tidak serta merta dituruti oleh orang tuanya. Apalagi saat itu ia berada di bawah pengawasan ketat untuk menghafal qur’an.

Walhasil, Wirda menyimpan keinginannya tersebut. Tapi, ia ingat ayahnya pernah berceramah tentang keutamaan sholawat. Maka, Wirda dengan percaya diri mengamalkannya. Ia tidak minta dibelikan gadget tersebut. Yang ia lakukan justru cukup unik. Setiap kali ke toko atau melihat gadget impiannya itu di manapun, ia akan menyentuh atau menatapnya dalam waktu yang lama sambil bersholawat.

Percaya atau tidak, keajaibanpun terjadi. menurut penuturannya sendiri, barang yang diimpikannya itu pada akhirnya dapat ia miliki bahkan tanpa ia duga sama sekali. Allah lah yang  mengatur skenario indah itu. Suatu hari ustadz Yusuf Manshur bercermah ke luar kota, ketika ia pulang ada seorang jama’ah yang menitipkan bungkusan. Katanya, “untuk Wirda”. Begitulah ketika sampai di rumah Wirda terkejut sekaligus bersyukur, ternyata isi dus yang dibungkus keresek itu adalah gadget yang memang sudah lama didambakannya.  Bahkan, Ustadz Yusuf Manshur sendiri tidak tahu apa isi bungkusan yang tadinya  hampir saja ia tinggalkan tersebut di Bandara.

Begitulah kisah Wirda, yang bertekad menjadi hafidzah karena ingin menganugerahkan mahkota dan jubah kemuliaan untuk kedua orang tuanya kelak di surga. Itulah motivasi mulia seorang anak demi membahagiakan orang tuanya. Hingga bukan saja orag tuanya yang berbangga, melainkan juga kita. Wirda, seorang remaja muslim yang layak jadi idola.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *