Desa Yangsi yang Hampir Semua Penduduknya Kerdil

Wow! Hampir Seluruh Penduduk di Desa Ini Manusia Kerdil

INSPIRADATA. Sebuha novel berjudul Gulliver’s Travels yang ditulis oleh Jonathan Swift pada 1726 mulai memperkenalkan tentang Negeri Lilliput. Dituliskan pada novel tersebut, Lilliput merupakan pulau yang berdampingan dengan pulau Blefuscu. Keduanya dihuni oleh manusia-manusia kerdil, namun kisah itu hanya imajinasi dari Jonathan Swift.

Tapi, nampaknya saat ini hal tersebut menjadi kenyataan setelah terdapat ‘Negeri Lilliput’ asli. Jauh di pedalaman China, negeri Lilliput itu bernama Desa Yangsi, Provinsi Sichuan. Demikian disitat dari Grid.id, Senin (29/5/2017).

Foto: Google Image

Sebanyak 80 persen warga di Desa Yangsi adalah manusia kerdil. Kemudian sebanyak 40 persen penduduknya memiliki ciri-ciri kepala yang pendek. Tinggi mereka rata-rata hanya 1 meter dan terpendek yakni 65 cm. Karena itu Yangsi sering disebut ‘Desa Kerdil’.

Pertumbuhan penduduk di desa Yangsi terhenti ketika mereka berusia 5-7 tahun. Seperti terserang penyakit sejak anak-anak, sehingga ketika tumbuh dewasa kondisi mereka dalam keadaan kerdil. Selain itu, banyak juga yang mengalami kecacatan tubuh.

Foto: Google Image

Belum terjawab

Para ahli pun penasaran dan sudah berkali-kali mendatangi desa tersebut untuk melakukan penelitian. Mereka meneliti tanah, air, udara dan tanaman di desa tersebut untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Foto: Google Image

Namun, tetap saja belum ada jawaban yang mampu memecahkan fenomena aneh di desa Yangsi tersebut. Jika ditarik kebelakang, sudah 60 tahun lamanya desa itu didominasi oleh manusia kerdil.

Menurut catatan sensus, penyakit aneh tersebut dimulai sejak tahun 1951. Hingga pada sensus 1985, tercatat 119 kasus manusia kerdil di desa itu. Sampai sekarang, penyakit kerdil itu tidak hilang dan menurun dari generasi ke generasi.

Foto: Google Image

Sementara itu, pemerintah China belum bisa membuka akses ke desa itu, baik atas nama organisasi atau orang asing yang ingin melakukan penelitian. Untuk orang asing bisa masuk tapi hanya bisa memotret, tidak bisa melakukan penelitian.

Meski fenomena manusia kerdil di desa Yangsi ini diketahui sejak 1951, namun sebenarnya hal ini sudah ada sejak 1947. Ini berdasarkan kesaksian seorang ilmuwan Inggris bernama Dr. Karyl Robin Evans, ia melihat ratusan orang kerdil di daerah pelosok bernama Desa Yangsi.

Pada tahun 1997, ada yang menyatakan teori bahwa fenomena kerdil ini disebabkan tanah di desa Yangsi terkena paparan Mercury. Namun teori itu tidak dijelaskan secara ilmiah. Ada juga yang menyatakan jika desa Yangsi tidak baik untuk tempat tinggal sesuai perhitungan Feng Shui.

Sementara cerita yang paling sering terdengar di kalangan desa Yangsi adalah cerita lelaki bernama Wang. Ketika itu dia menangkap seekor kura-kura, setelah itu ada sebagian orang yang ingin kura-kura itu dilepas. Tapi ada juga yang meminta kura-kura itu untuk dimakan.

Tak lama setelah itu, muncul penyakit kerdil, maka penduduk disana percaya hal itu adalah sebagai hukuman karena mereka telah memakan kura-kura yang ditemukan oleh Wang. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *