Foto: Bishoy's Blog

Yang Gak Pernah Sholat Datang Melamar, Terima Atau Tolak?

Lamaran dari orang yang meninggalkan shalat -di mana meninggalkan shalat dihukumi kafir- tidaklah sah. Wanita yang dilamar juga tidak boleh menerima lamaran dari laki-laki yang tidak shalat.

Lamaran tersebut wajib ditolak, dijauhi, serta tidak diterima. Jika diyakini benar bahwa yang melamar adalah kafir, sedangkan wanita yang dilamar adalah wanita muslimah, maka laki-laki lain yang muslim boleh melamar meski telah didahului oleh laki-laki yang kafir tadi. Ini dilakukan jika laki-laki yang pertama melamar tidak mau menerima nasehat untuk bertaubat agar kembali shalat.

Intinya, yang dilakukan oleh laki-laki kedua tadi di mana ia melamar wanita padahal sudah dilamar oleh laki-laki sebelumnya yang sayangnya kafir, maka itu dibolehkan dalam rangka ishlah (perbaikan) dan bentuk ihsan (berbuat baik) kepada wanita yang dilamar. [Fatawa Nur ‘alad Darb, 20: 161] * Beliau adalah ulama besar di Kerajaan Saudi Arabia dan pernah menjabat sebagai Ketua Al Lajnah Ad Daimah (Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia)

Dalil yang menunjukkan kafirnya orang yang meninggalkan shalat,
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat maka dia kafir, ” (HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih no. 574). []

Sumber: Muslim.or.id


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *