Unik, Informatif , Inspiratif

Yang Sebar Chat WhatsApp Berunsur Pornografi Tidak Dicari, Begini Kata Pengacara Habib Rizieq

0

Kuasa hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, meminta polisi mencari penyebar chat berkonten pornografi yang diduga melibatkan Habib Rizieq dan Firza Husein.

Kapitra mengatakan, ada banyak kasus yang dicari penyebarnya tapi berbeda dengan kasus Habib Rizieq yang justru si penyebar tidak dicari.

“Ada kasus polisi dihina, siapa yang menyebarkan. Presiden dihina, siapa yang menyebarkan. Yang dicari yang upload, (kasus Habib Rizieq) ini yang upload enggak dicari,” kata Kapitra yang dikutip dari Kompas.com pada Minggu (20/8/17).

Kapitra juga mencontohkan kasus penodaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dalam kasus itu, pihak kepolisian turut memeriksa Buni Yani selaku yang menyebarkan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang dianggap telah menodai agama.

“Asas persamaan di mata hukum harusnya dilakukan. Kasus Ahok dicari, siapa yang menyebarkan, oh Buni Yani,” tutur Kapitra.

Selain itu, dia juga menyinggung alat bukti yang dipakai polisi untuk menjerat kliennya, yakni chat WhatsApp yang didapat dari laman www.baladacintarizieq.com.

Menurut Kapitra, informasi dari laman itu tidak bisa digunakan sebagai alat bukti karena bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20 Tahun 2016, di mana hasil penyadapan bukan dari lembaga yang ditunjuk tidak bisa dijadikan alat bukti, baik saat penyidikan maupun dalam proses peradilan.

Habib Rizieq berstatus tersangka dalam kasus dugaan chat WhatsApp berkonten pornografi. Sejak ditetapkan sebagai tersangka sampai saat ini, Habib Rizieq masih berada di Arab Saudi. Polisi akhirnya memeriksa Habib Rizieq di Arab Saudi beberapa waktu lalu. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline