Unik, Informatif , Inspiratif

Yuk Kurangi Volume Sampah di TPA dengan Cara Mengolahnya Kembali

0

Tumpukan sampah, menjadi masalah yang masih belum terselesaikan hingga sekarang. Baik itu sampah organik maupun sampah anorganik. Jumlah TPS (Tempat Pembuangan Sampah yang tidak memadai membuat seseorang membuang sampah sembarangan.

BACA JUGA: Kurangi Sampah Plastik, Sri Mulyani Beri Insentif Pemda 

Memanfaatkan sampah dapur menjadi pupuk tentu sudah tidak asing lagi. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba memanfaatkan sampah dapur mulai dari sekarang.

Sampah yang hanya dibuang begitu saja hanya membuat kotor lingkungan. Alangkah baiknya sampah tersebut diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Kompos yang dapat dibuat dari sampah organik diantaranya yaitu kompos sistem terowongan udara. Cara membuat kompos ini yaitu dengan menumpukkan daun-daun, potongan rumput dan bahan sisa bahan lain di atas segitiga panjang yang terbuat dari bambu atau kayu.

Kompos ini bisa digunakan untuk kebun. Kompos yang dibuat sendiri ini dapat digunakan untuk kesuburan tanah dan kesehatan tanaman milik sendiri.

Kemudian, sampah organik juga bisa diolah menjadi kompos rumah tangga. Sampah organik sevara alami akan mengalami peruraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Diperlukan kondisi tertentu seperti suhuh, udara, dan kelembaban dalam proses penguraian ini.

Cepat atau tidaknya pembentukan kompos sesuai dengan kondisinya. Dalam proses pengomposan akan timbul panas karena adanya aktivitas mikroba dalam sampah tersebut. Suhu yang baik untuk pengomposan dan harus dipertahankan yaitu 45-65 C. Jika terlalu panas, setidaknya harus dibolak-balik setiap 7 hari.

Untuk mengurangi masalah sampah, selain menjadikan sampah sebagai kompos, sampah plastik, kardus, botol, dan sebagainya itu dapat kita olah kembali menjadi barang yang bermanfaat. Atau sederhananya, Anda bisa menjual barang bekas tersebut pada pemulung.

BACA JUGA: Sampah Dapat Dijadikan Sebagai Sumber Energi Listrik?

Namun, jika barang yang benar-benar tidak bisa digunakan kembali itulah yang dibuang dalam bak sampah. Dengan seperti ini, dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).[]

SUMBER: LEMBAGAENERGIHIJAU


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline